Kamis, 13 April 2017

5 Fakta Tim Dengan Skuat Mentereng Tapi Gagal Juara Liga

5 Fakta Tim Dengan Skuat Mentereng Tapi Gagal Juara Liga-Bagi sebuah klub sepakbola, merebut juara di liga domestik adalah hal yang paling penting bagi mereka. Menjuarai liga, menjadi impian bagi kesebelasan yang telah berkompetisi selama satu musim penuh.

Tanya saja kepada para pemain Leicester City, bagaimana euforianya mereka saat berhasil menjuarai Premier League Inggris musim lalu? Atau, tanya saja kepada para suporter Bayer Leverkusen bagaimana kecewanya mereka karena gagal menjuarai Bundesliga selama kurun dua musim berturut-turut padahal mempunyai skuat yang cukup bagus di awal millennium lalu?

5 Fakta Tim Dengan Skuat Mentereng Tapi Gagal Juara Liga


Dan berikut adalah 5 fakta klub yang memiliki tim luar biasa di eranya masing-masing, namun pada akhirnya gagal juara liga.

 1. Bayer Leverkusen Musim 1998 hingga 2002

Bayer Leverkusen dengan pendukungnya harus banyak bersabar menerima fakta jika tim kesayangannya kerap dianggap sebagai spesialis runner-up di kompetisi Bundesliga Jerman. Catatannya adalah Bayern Leverkusen menjadi runner-up sebanyak lima kali, yaitu pada rentang musim 1998 sampai 2002. Leverkusen menjadi runner-up sebanyak tiga kali dengan dua kali di antaranya dilakukan secara berturut-turut yaitu di musim 1998/99 dan 1999-2000.

Berlanjut di dua musim selanjutnya yaitu musim 2001-2002, Leverkusen yang memiliki kesempatan emas meraih gelar ganda, yaitu menjuarai Bundesliga Jerman serta Liga Champions Eropa. Namun, sayang seribu sayang, kehendak alam sepertinya belum ingin melihat Leverkusen juara. Di kancah Bundesliga, Leverkusen kalah satu poin dengan pesaing utamanya saat itu yaitu Borussia Dortmund. Dan di Liga Champions Eropa, kembali Leverkusen takluk dari Real Madrid. Sejak itulah, Bayer Leverkusen mulai dijuluki dengan panggilan ‘Neverkusen’.

2. Villarreal Musim 2006 hingga 2008

Villareal kala itu dianggap sebagai pengganggu dominasi kesebelasan seperti Real Madrid, dan FC Barcelona di La Liga Spanyol. Villareal mengalami puncak prestasinya di awal 2000-an. Di tahun 2002 dan 2003, The Yellow Submarine julukan dari Villareal berhasil menjuarai Piala Intertoto secara berturut-turut, yang sekarang ini, piala tersebut sudah ditiadakan. Kemudian di tahun 2006, atau tiga tahun setelahnya, berhasil mencapai babak semifinal Liga Champions dan jika saja penalti Juan Riquelme saat itu berhasil masuk ke gawang Arsenal di menit-menit akhir, bisa jadi pertandingan tersebut akan berlanjut ke babak perpanjangan waktu dan memperbesar kemungkinan Villareal melaju ke final Liga Champions Eropa yang waktu itu di gelar di kota Paris.

Villarreal juga tak sekalipun berhasil menjuarai La Liga Spanyol dengan prestasi tertinggi sepanjang sejarah klub hanya di posisi kedua di klasemen akhir La Liga musim 2007-2008 dengan Real Madrid sebagai kampiun saat itu. Dan pastinya, Villarreal kini harus lebih lama bermimpi menjadi kampiun La Liga untuk pertama kalinya melihat Barcelona dan duo Madrid, Real Madrid dan Atletico kini sedang ganas-ganasnya.

3. Sevilla Musim 2013 hingga 2016

Sevilla adalah tim dengan pemegang gelar terbanyak untuk kejuaraan Europa League sepanjang masa dengan torehan lima gelar. Dua gelar pertama Sevilla dapatkan secara berturut-turut yaitu di musim 2005/06 dan 2006/07 serta tiga gelar lainnya Sevilla cetak secara hattrick pada tiga musim terakhir yaitu 2013/14, 2014/15 dan 2015/16.  Singkatnya, tak ada yang mampu mencatatkan rekor yang lebih spesial dalam sepakbola antar klub Eropa di abad 21 ini.

Faktanya Vivagoal Situs Berita Bola Terkini, dari tiga musim terakhir Sevilla menjadi raja kompetisi Europa League secara beruntun, mereka tetap tidak mampu finis di posisi empat besar klasemen akhir La Liga Spanyol. Paling mentok, posisi kelima menjadi teman akrab bagi Sevilla. Secara skuat, sebetulnya Sevilla memiliki potensi untuk merusak dominasi Barcelona dan Real Madrid seperti yang sudah dilakukan Atletico Madrid dalam edisi musim terakhir. Tapi, pada kenyataannya di La Liga, Sevilla tampaknya lebih haus untuk menjuarai Europa League ketimbang La Liga Spanyol.
3. Liverpool Musim 2008-2009 dan 2013-2014

Liverpool pernah menjuarai Liga Inggris sebanyak 18 kali, tetapi sebelum era Premier League. Ada dua kesempatan emas yang bisa saja membuat Liverpool dan pendukungnya bersuka cita tepatnya pada musim 2008/09 dan musim 2013/14 lalu.

Faktanya, skill dan insting gol Fernando Torres di musim 2008/09 dan Luis Suarez di musim 2013/14 pada akhirnya tak membuat Liverpool berhasil merengkuh gelar juara karena kalah bersaing masing-masing dengan duo Manchester, yaitu United dan Manchester City. Untuk musim 2013-2014, peluang juara Liverpool yang sudah di depan mata sirna begitu saja hanya karena tergelincirnya Steven Gerrard saat menghadapi Chelsea nya Jose Mourinho dan membuat Demba Ba berhasil mencetak gol.
4. Parma di Periode Akhir 1990-an

Di periode tahun 90-an, Parma adalah salah satu klub top Italia dan Eropa. Dengan sponsor Parmalat di dada kostum mereka menjadi trademark tersendiri bagi Il Gialloblu saat itu. Diketahui, Parma pernah dihuni berbagai pemain-pemain top Eropa seperti Gianluigi Buffon, Hernan Crespo hingga Lilian Thuram pernah memperkuat kesbelasan yang bermarkas di Ennio Tardini ini. Gelarnya juga tak main-main, mereka pernah menjuarai Coppa Italia, Supercoppa Italia, Piala UEFA, Piala Winners hingga Piala Super Eropa dalam kurun waktu tahun 90-an hingga awal tahun 2000-an.

Faktanya, meski memiliki masa keemasan saat itu, Parma tak sekalipun berhasil menjadi juara Serie A Italia, dan terakhir mimpi mereka harus terhenti sebagai runner-up di bawah Juventus yang menjadi kampiun di musim 1996/97.

Kini nasib kesebelasan yang telah berganti nama dari AC Parma, Parma FC hingga Parma Calcio 1913 ini harus puas hanya bisa berlaga di Liga Pro Serie C karena terbelit masalah finansial dan mengalami kebangkrutan setelah musim lalu berhasil promosi dari Serie D.

0 komentar

Posting Komentar